11 Mei 2009

Tetap Lancar Saat Puasa

stay-fit-when-you-fast

Tidur adalah kegiatan wajib yang harus dilakukan oleh setiap orang. Disinilah kesempatan Anda untuk beristirahat total setelah lelah beraktivitas. Selain itu, ternyata tidur juga merupakan salah satu rahasia dibalik kesuksesan membentuk tubuh atletis ! Hanya pada saat tidurlah terjadi perbaikan sel - sel tubuh yang rusak dan perkembangan massa otot. Oleh karena itu, mempunyai waktu yang cukup untuk tidur adalah sangat penting. Rata-rata orang dewasa membutuhkan waktu tidur 7 - 8 jam sehari. Selain itu, tidur juga harus berkualitas !

Tapi, tahukah Anda bahwa masalah Aldo bukan hanya karena porsi makannya yang berkurang saja? Ternyata otot juga memainkan peranan penting dalam menghasilkan energi agar Anda tetap fit. Selain untuk membakar lemak, otot juga merupakan penghasil energi. Jika jumlah otot yang ada di dalam tubuh Anda sedikit, maka kemampuan tubuh untuk membakar lemak dan menghasilkan energi juga berkurang.

Saat puasa, biasanya selain porsi makanan yang berkurang, kita juga cenderung untuk mengurangi olahraga, atau bahkan tidak sama sekali. Ini membuat kita merasa lemas. Akibat tidak berolahraga, massa otot kita bisa berkurang. Kekurangan asupan protein juga merupakan penyebab berkurangnya massa otot.

Ini biasa terjadi saat kita berpuasa. Kita cenderung untuk memilih mengonsumsi karbohidrat—seperti nasi—saat sahur agar perut terasa kenyang. Padahal dengan mengonsumsi makanan yang mengandung protein, massa otot kita akan lebih terjaga. Dampaknya? Energi yang dihasilkan pun akan lebih terjaga dan kita tidak mudah lelah, letih, atau lesu.

Banyaknya massa otot pada tubuh sangat dipengaruhi oleh ketersediaan asam amino yang disebut leusin. Leusin banyak tersedia pada makanan yang tinggi protein, seperti daging, susu, beras merah, dan kacang kedelai. Leusin juga sekarang banyak tersedia pada susu protein.

Selain itu, intensitas massa otot juga ternyata dipengaruhi oleh faktor usia. Semakin bertambah usia kita, semakin cepat pula proses kerusakan sel-sel pada otot bila kita kekurangan leusin. Mereka yang berusia 40 tahun ke atas biasanya mengalami pengurangan massa otot 2% lebih banyak dari sebelumnya. Karena itu mereka cenderung lebih cepat lelah daripada yang masih muda.

Penelitian terakhir di Amerika Serikat menunjukkan bahwa suplementasi leusin berhasil menghambat penurunan massa otot pada tikus. Karena itu disarankan bagi mereka yang berpuasa atau berdiet agar tetap mengonsumsi ekstra protein sehingga cakupan asam amino—khususnya leusin—dalam tubuh tetap terjaga.

Karena itu, ingatlah untuk tidak lupa mengonsumsi protein saat sahur dan berbuka puasa agar kadar leusin dalam tubuh Anda selalu terjaga. Untuk memudahkannya, Anda bisa mengonsumsi susu tinggi protein yang kaya asam amino. Anda akan tetap berenergi sepanjang hari. Selain itu, Anda tidak mau mengambil risiko dipecat gara-gara ketiduran saat meeting bukan?

Read rest of entry

04 Mei 2009

Ganteng itu Keturunan ?



Like Father Like Son – mungkin pepatah tersebut sering sekali kita dengar. Umumnya pepatah tersebut sering diasosiasikan dengan sifat, pekerjaan, atau hobi atau apapun yang pernah dilakukan sang ayah, kemudian persis terjadi dengan si anak. Namun, apakah penampilan fisik terutama daya pikat atau kharisma seorang anak juga ikut diturunkan dari sang ayah? Penelitian yang dilaporkan oleh sejumlah scientist pada Journal Current Biology ternyata menyebutkan hal demikian. Mereka melakukan penelitian terhadap dunia serangga, yakni pada spesies Drosophilla simulans dimana terlihat bahwa perkawinan antar spesies Drosophilla tersebut terjadi bukan karena paksaan dari spesies jantan, melainkan karena faktor daya pikat dan kharisma yang dimiliki si jantan. Selanjutnya keturunan yang dihasilkan juga turut diteliti. Hasilnya perilaku sang anak dalam proses perkawinannya sama seperti yang dilakukan oleh sang ayah pada kehidupannya yang lampau. Bukan karena paksaan dalam proses perkawinannya, tetapi ada hal yang dinamakan daya pikat atau kharisma yang berperan penting dalam proses perkawinan tersebut. So..., kalau kamu merasa tidak memiliki daya pikat atau kharisma, jangan minder apalagi sampai menyesali diri. Kuncinya ada pada Anda sendiri! Cobalah untuk terus mencari dan mengembangkan seluruh potensi serta bakat dalam diri Anda (tn)
Read rest of entry

Cardio Your Sexier Muscle!



Mitos! Itulah jawaban Men’s Guide apabila masih ada yang memandang bahwa latihan kardio akan menghambat proses pembentukan otot Anda. Kombinasi latihan beban dengan cardio exercises telah terbukti dapat mengukir otot dengan maksimal. Kami sudah membuktikannya, sekarang giliran Anda

Seringkali kami mendengar bahwa latihan kardio seperti lari, treadmill, atau static bicycle akan menghambat pertumbuhan otot. Mungkin Anda pun termasuk yang ragu untuk melakukan latihan ini karena takut mengalami pertumbuhan otot yang tidak optimal. Sudah menjadi common belief memang bahwa seseorang yang ingin membentuk ototnya harus menghindari latihan kardio atau aerobik. And that’s just wrong.


Latihan kardio memang salah satu opsi terbaik untuk membakar lemak Anda. Tapi apakah hanya sebatas itu? Bagi Men’s Guide jawabannya adalah Tidak. Latihan beban yang dikombinasikan dengan latihan kardio akan membentuk massa otot tubuh Anda dengan optimal!


Inilah Faktanya!

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Medicine and Science in Sports and Exercise, sebuah jurnal yang dikeluarkan oleh The American College of Sport Medicine, sekelompok peneliti melakukan rangkaian penelitian untuk mengetahui apakah latihan kardio akan merusak atau menghambat pembentukan otot.


Mereka melakukan rangkaian uji coba dengan membagi sekelompok orang menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama hanya melakukan latihan beban selama tiga kali seminggu. Kelompok dua hanya melakukan latihan kardio atau aerobik dengan intensitas sedang sebanyak tiga sesi selama seminggu, dengan masing- sesi selama 50 menit. Dan kelompok terakhir melakukan kombinasi dari latihan beban dan latihan kardio.


Lalu coba Anda tebak hasilnya? Anda benar, Latihan beban yang dikombinasikan dengan latihan kardio sama sekali tidak memiliki efek terhadap ukuran dan kekuatan otot Anda, selama intesitas yang dilakukan moderate. Bahkan otot quadriceps Anda akan terbentuk lebih sempurna.


Berdasarkan jurnal tersebut juga, proses terbentuknya massa otot Anda akan lebih cepat dan sempurna dengan melakukan kombinasi Weight Training plus Cardio Exercising. Jadi masih takutkah kehilangan massa otot Anda karena latihan kardio?


So, What does this. Study Tell us?

Mungkin, Anda bertanya-tanya mengapa latihan kardio dapat membantu latihan beban untuk mengukir otot di tubuh Anda dan bagaimana prosesnya. Men’s Guide akan memberi jawabannya hanya untuk Anda.


Berdasarkan jurnal yang ditulis oleh Christian Finn, salah seorang ahli kesehatan dan Fitness asal Inggris, ketika Anda melakukan latihan beban, maka otot Anda pun akan terukir. Dan untuk pertumbuhan yang cepat dan sempurna, otot Anda memerlukan nutrisi-nutrisi yang disebarkan melalui darah. Nah, disinilah sebenarnya fungsi dari latihan kardio Anda.


Latihan beban akan “bekerja” untuk pembentukan otot Anda, sedangkan latihan kardio akan meningkatkan penyebaran supply nutrisi yang dibutuhkan otot-otot yang sedang Anda latih. Latihan kardio Anda akan bertugas menyebarkan glukosa dari darah ke otot-otot Anda.


Latihan Kardio juga akan meningkatkan kepadatan kapiler-kapiler darah Anda. Pembuluh kapiler indah yang bertugas menjadi supplier oksigen dan nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak, dan hormon untuk seluruh tubuh, termasuk otot Anda. All are vital for muscle growth.


Kombinasi antara latihan beban dan kardio dapat menjadi salah satu opsi terbaik bagi Anda yang ingin membentuk otot Anda dengan efektif dan lebih sempurna. Tapi satu hal yang musti diingat adalah jangan sampai Anda melakukan overtraining, karena ini akan membuat latihan Anda sia-sia. Jadi, sudah siapkah Anda mengantri di alat kardio?.


Read rest of entry

Super Slow Training: Definition and Facts


Mungkin training jenis ini jarang terdengar di sekitar kita, tapi tak ada salahnya untuk tahu seluk beluknya bukan? Super slow training adalah latihan yang dilakukan secara perlahan-lahan atau dengan gerakan yang lebih lambat. Jenis training ini sebenarnya sudah lama diperkenalkan oleh Ken Hutchins pada tahun 1970-an.



Regular exercise vs Super slow training

Latihan biasa meliputi berbagai macam jenis latihan yang berbeda-beda dan dilakukan sebanyak beberapa set dengan 8 hingga 12 repetisi setiap setnya. Masing-masing repetisi dilakukan selama 7 detik, yang meliputi 2 detik untuk mengangkat, 1 detik bertahan, dan 4 detik untuk kembali ke posisi awal.

Super slow training meliputi 1 jenis latihan yang dilakukan sebanyak 1 set dengan 4 hingga 6 repetisi. Masing-masing repetisi dilakukan selama 14 detik (secara lambat), yang meliputi 10 detik untuk mengangkat dan 4 detik untuk kembali ke keadaan semula. Namun, perlu diingat bahwa melakukan super slow training tidak berarti melakukan latihan dengan sangat perlahan-lahan karena hal ini justru akan membuat Anda merasa kesakitan.

Is super slow training better??

Super slow training diklaim lebih efektif di dalam membantu meningkatkan kekuatan seseorang apabila dibandingkan dengan latihan biasa. Namun, hasil penelitian yang dilakukan para ahli dari George Washington University Medical Center membuktikan hal yang sebaliknya. Para ahli tersebut menemukan bahwa ternyata latihan biasa lebih efektif di dalam meningkatkan kekuatan seseorang apabila dibandingkan dengan super slow training, dimana peningkatan berat beban yang dapat diangkat sebelum dan sesudah latihan biasa lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pada super slow training.

Super slow training juga diklaim lebih efektif di dalam membantu menurunkan berat badan. Namun, hasil penelitian yang tercantum pada Journal of Strength and Conditioning Research membuktikan bahwa hal ini tidak benar. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa jumlah kalori yang dibakar pada latihan biasa ternyata lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pada super slow training. Kenaikan laju metabolisme yang menunjukkan laju pembakaran kalori setelah melakukan super slow training juga lebih rendah apabila dibandingkan dengan latihan biasa.

Meskipun latihan biasa dapat memberikan hasil yang lebih baik terhadap peningkatan kekuatan dan jumlah kalori yang dibakar apabila dibandingkan dengan super slow training, bukan berarti super slow training tidak bermanfaat. Jangan menganggap bahwa latihan yang sedehana itu sia-sia.. Bagaimanapun, melakukan latihan tetap lebih baik dibanding tidak melakukan apapun..

Copyright L-Men Institute April 2007
Read rest of entry
 

My Blog List

Followers

Recommended Gadget

  • ads
  • ads
  • ads
  • ads

De - WAONE'S Copyright © 2009 D W-ONE blog is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal